Pernyataan Standard Akuntansi Keuangan

BAB 1
KONSEP PENGANGGARAN

Tujuan Penyusunan Anggaran
Penyusunan anggaran berurusan dengan masa depan. Tujuan penyusunan anggaran bagi perusahaan adalah memprediksi tingkat aktivitas operasi dan keuangan perusahaan di masa mendatang.
Menurut Hongren (2000), anggaran adalah :
“Budget is the quantitative expression of a proposed plan of action by management for a future time period and is an aid to the coordination and implementation of the plan.”

Berdasarkan definisi anggaran tersebut, kita dapat menyimpulkan beberapa hal terkait dengan anggaran :
Anggaran adalah rencana kegiatan yang akan dijalankan oleh manajemen dalam satu periode yang tertuang secara kuantitatif. Informasi yang dapat diperoleh dari anggaran di antaranya jumlah produk dan harga jualnya untuk tahun depan.
Anggaran membantu manajemen dalam melakukan koordinasi dan penerapannya dalam upaya memperoleh tujuan yang tertuang di dalam anggaran. Anggaran memberikan gambaran kepada manajemen tentang sumber daya yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk melaksanakan kegiatan yang telah ditentukan dalam anggaran. Kemudian, anggaran juga menjelaskan koordinasi antar bagian dalam perusahaan sehingga tujuan bersama perusahaan dapat tercapai.

Data dan informasi yang diperlukan oleh perusahaan dalam menyusun anggarannya dapat diperoleh dari kegiatan dan kejadian yang terjadi di perusahaan di masa lalu, masa sekarang, dan harapan-harapan yang ingin dicapai di masa mendatang. Dari sumber perolehan informasi untuk menyusun anggaran, perusahaan dapat memperoleh data dan informasi dari sumber-sumber internal perusahan (misalnya : laporan keuangan perusahaan dan laporan tahunan) atau dari sumber eksternal perusahaan seperti laporan penjualan industri, pertumbuhan ekonomi negara, tingkat inflasi, tingkat suku bunga, dan lain-lain.
Sebagai contoh, perusahaan ingin menentukan tingkat penjualan untuk tahun depan. Informasi yang diperlukan oleh perusahaan adalah penjualan tahun lalu (informasi masa lalu), kebijakan pemasaran terkini yang dimiliki oleh perusahaan (informasi terkini), kemungkinan adanya penjualan produk baru di tahun depan (informasi tentangkebijakan produk perusahaan), dan tingkat persaingan antar perusahaan di dalam industri yang sama di tahun depan (informasi eksternal). Semua informasi tersebut dianalisis dan hasil akhirnya adalah tingkat penjualan yang diharapkan dapat diperoleh perusahaan untuk tahun depan.
Tujuan utama penyusunan anggaran adalah menyediakan informasi kepada pihak manajemen perusahaan untuk digunakan oleh manajemen dalam proses pengambilan keputusan.
Berikut ini adalah tujuan-tujuan lainnya yang terkait dengan penyusunan anggaran.
1.Perencanaan
Anggaran memberikan arahan bagi penyusunan tujuan dan kebijakan perusahaan. Sebagai contoh, anggaran penjualan memperlihatkan pada manajemen adanya kenaikan target penjualan pada Cabang A dan penurunan pada Cabang B. Berdasarkan informasi tersebut, manajemen segera mengambil langkah-langkah perencanaan dengan mengalihkan tenaga penjual ke Cabang A atau meningkatkan kegiatan promosi pada Cabang B untuk meningkatkan penjualan Cabang B.
2.Koordinasi
Anggaran dapat mempermudah koordinasi antarbagian-bagian di dalam perusahaan. Berikut ini adalah contoh kegunaan anggaran, khususnya anggaran penjualan untuk koordinasi antar departemen yang ada di perusahaan.
Setelah anggaran penjualan selesai dibuat, Departemen Pemasaran dapat segera berkoordinasi dengan Departemen Sumber Daya Manusia untuk menentukan kecukupan jumlah staf di Departemen Pemasaran agar mampu memenuhi target penjualan. Selanjutnya, Departemen Pemasaran juga berkoordinasi dengan Departemen Keuangan tentang anggaran pemasaran.
Pada waktu yang bersamaan, Departemen Produksi dapat segera menentukan jumlah kebutuhan bahan baku untuk memproduksi barang jadi agar dapat memenuhi target penjualan. Kemudian, Departemen Produksi mengusulkan pembelian bahan baku ke Departemen Pembelian dan Departemen Keuangan. Selanjutnya, Departemen Keuangan dapat menghitung kebutuhan dana yang diperlukan untuk menunjang kelancaran kegiatan penjualan.
3.Motivasi
Anggaran membuat manajemen dapat menetapkan target-target tertentu yang harus dicapai oleh perusahaan. Sebagai contoh, jika anggaran penjualan memperlihatkan angka penjualan tertentu yang harus dicapai, maka tenaga penjual yang ada di perusahaan dapat memperoleh gambaran yang jelas tentang bayaknya barang jadi yang harus dia jual.
Jika terdapat target yang jelas, maka tenaga penjual akan lebih termotivasi untuk mencapainya dibandingkan tanpa adanya target. Tenaga penjual akan lebih termotivasi lagi jika mereka juga dilibatkan dalam penyusunan anggaran penjualan (metode penyusunan anggaran bottom-up).
4.Pengendalian
Keberadaan anggaran di perusahaan memungkinkan manajemen untuk melakukan fungsi pengendalian atas aktivitas-aktivitas yang dilaksanakan di dalam perusahaan.
Misalnya, perusahaan menetapkan anggaran biaya pemakaian telepon untuk setiap departemen sebesar Rp. 2.500.000 per bulan. Setiap awal bulan berikutnya, diadakan perbandingan antara biaya telepon yang aktual dikeluarkan oleh setiap departemen dengan target biaya yang telah ditentukan sebelumnya. Jika biaya pemakaian aktual berbeda dengan yang telah dianggarkan, maka harus dicari faktor-faktor yang menyebabkan perbedaan tersebut dan dilakukan tindakan perbaikan agar pemakaian biaya telepon di bulan-bulan berikutnya sesuai dengan yang dianggarkan.

Jenis-jenis Anggaran
Perusahaan menyusun anggaran induk (master budget) yang dapat dibagi kedalam dua kelompok, yaitu anggaran operasional dan anggaran keuangan. Anggaran operasional terdiri atas anggaran penjualan sampai anggaran (proforma) laba rugi. Adapun anggaran keuangan terdiri atas anggaran neraca dan anggaran (proforma) neraca.
Perusahaan umumnya menyusun anggaran untuk keseluruhan kegiatan operasional yang dijalankan, seperti kegiatan penjualan, produksi, pemasaran, dan administrasi. Anggaran induk adalah gabungan dari seluruh anggaran yang disusun oleh perusahaan setiap tahunnya.
Anggaran induk terdiri atas :
Anggaran Penjualan
Anggaran penjualan menyajikan jumlah unit barang atau jasa sekaligus harganya yang diharapkan dapat dijual oleh perusahaan di masa depan.
Anggaran Produksi
Anggaran produksi memperlihatkan jumlah barang jadi yang harus diproduksi oleh perusahaan dalam satu periode anggaran. Barang jadi yang akan diproduksi untuk setiap priode anggaran harus memperhatikan tingkat penjualan dalam unit, serta jumlah persediaan akhir dan awal barang jadi.
3.Anggaran Pemakaian dan Pembelian Bahan Baku
Anggaran pemakaian dan pembelian bahan baku menyajikan dua informasi berikut:
a.Jumlah kebutuhan pemakaian bahan baku
Jumlah bahan baku yang diperlukan dalam satu periode anggaran ditentukan oleh jumlah barang jadi yang akan diproduksi dan standar kebutuhan bahan baku untuk setiap 1 unit barang jadi.
b.Nilai pembelian bahan baku dalam rupiah
Jumlah bahan baku yang akan dibeli dalam satu periode anggaran diperoleh dengan menambahkan bahan baku yang diperlukan untuk produksi dengan persediaan akhir bahan baku dan dikurangi dengan persediaan awal bahan baku yang ada di perusahaan.
Kemudian, nilai pembelian bahan baku dalam rupiah diperoleh dengan mengalikan jumlah bahan baku yang akan dibeli dengan perkiraan harga beli bahan baku perunitnya.

4.Anggaran Biaya Tenaga Kerja Langsung
Anggaran biaya tenaga kerja langsung memperlihatkan jumlah jam tenaga kerja langsung yang dibutuhkan untuk memproduksi barang jadi yang ditetapkan dalam anggaran produksi. Selain itu, anggaran biaya tenaga kerja langsung juga memperlihatkan perkiraan tingkat upah yang akan diberikan oleh perusahaan kepada tenaga kerja langsungnya.
5.Anggaran Biaya Overhead Produksi
Anggaran biaya overhead produksi memperlihatkan perkiraan biaya overhead produksi yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk mencapai target produksi seperti yang ditetapkan dalam anggaran produksi.
6.Anggaran Biaya Produksi
Anggaran biaya produksi memperlihatkan seluruh biaya produksi yang akan dikeluarkan pada suatu tahun anggaran. Anggaran produksi sebenarnya hanya mengumpulkan informasi-informasi yang terdapat pada anggaran pemakaian bahan baku, anggaran tenaga kerja langsung, dan anggaran overhead.
7.Anggaran Beban Operasi
Anggaran beban operasi memperlihatkan perkiraan beban operasi yang akan dikeluarkan oleh perusahaan dalam satu periode anggaran. Secara umum, anggaran beban operasi dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu beban penjualan (selling expenses) dan beban administrasi (administration expenses)
8.Anggaran Laba Rugi
Anggaran laba rugi disusun untuk memberikan informasi kepada manajemen tentang jumlah laba atau rigi bersih yang akan diperoleh perusahaan dalam suatu periode anggaran.
9.Anggaran Kas
Anggaran kas disusun oleh perusahaan agar pihak manajemen memperoleh informasi tentang likuiditas perusahaan pada periode mendatang karena anggaran kas menyajikan informasi tentang perkiraan jumlah penerimaan dan pengeluaran kas pada periode suatu periode anggaran.

10.Anggaran Neraca
Anggaran necara menyajikan informasi kepada manajemen tentang hasil akhir dari seluruh anggaran yang telah disusun sebelumnya (anggaran penjualan sampai anggaran kas). Anggaran neraca juga memperlihatkan kepada manajemen tentang pengaruh kebijakan yang diambil oleh manajemen terhadap aset, kewajiban, dan ekuitas perusahaan dalam suatu periode anggaran.

BAB 2
ANGGARAN PENJUALAN

Memperkirakan Penjualan
Penyusunan anggaran penjualan mengharuskan perusahaan untuk memperkirakan jumlah unit yang akan dijual dan harga jualnya untuk dalam satu periode anggaran. Terhadap beberapa metode yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk memperkirakan penjualan dalam satu periode anggaran. Metode-metode tersebut dapat dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu metode kualitatif dan kuantitatif.

1.Metode Rata-rata Bergerak (Moving Average)
Metode rata-rata bergerak (moving average) menggunakan sejumlah data dari masa lalu untuk memperoleh perkiraan hasil di masa mendatang. Metode ini akan sangat bermanfaat apabila kita dapat memastikan bahwa permintaan pasar (pelanggan) akan tumbuh secara stabil untuk beberapa periode mendatang.
Rata-rata bergerak 5 periode untuk penjualan diperoleh dengan membagi total penjualan selama 5 periode dengan 5. Sebaliknya, rata-rata bergerak 3 periode untuk penjualan diperoleh dengan membagi total penjualan selama 3 periode dengan 3.

Proyeksi degan Metode Rata-rata Bergerak
Contoh 2.3
PT Selaras Sejati (SS) adalah perusahaan yang membuat penganan “donat spesial aneka rasa”. Manajemen PT SS selalu membuat perkiraan penjualan donat untuk bulan berikutnya setiap tanggal 27 bulan sebelumnya.
Sebagai contoh, perkiraan penjualan bulan Desember 2008 dibuat pada tanggal 28 November 2008. Perkiraan penjualan suatu bulan diperoleh dengan mencari rata-rata penjualan selama 3 bulan sebelumnya. Jadi, perkiraan penjualan untuk bulan Desember 2008 adalah rata-rata penjualan bulan September, Oktober, dan November 2008.
Berikut ini adalah Tabel 2.3 yang menyajikan penjualan donat untuk bulan September, Oktober, dan November 2008.

Tabel 2.3 Data penjualan bulanan
Bulan
Penjualan
(Kuantitas)
Rata-rata 3 bulan

September
1.000

Oktober
1.200

November
1.400

Desember

?

Langkah 1
Jumlahkan penjualan 3 bulan sebelum bulan Desember 2008, yaitu penjualan bulan September, Oktober, dan November.

Bulan
Penjualan
(Kuantitas)

September
1.000

Oktober
1.200

November
1.450

Total Penjualan
3.600

Langkah 2
Cari rata-rata penjualan 3 bulan dengan membagi total penjualan September, Oktober dan November 2008 (lihat tabel pada Langkah 1) dengan 3.

Bulan
Penjualan
(Kuantitas)

Total penjualan 3 bulan sebelumnya
3.650

Dibagi 3
: 3

Rata-rata penjualan 3 bulan
1.200

Langkah 3
Latihan 2.2
Manajemen PT Bayu Utama memprediksi penjualan tiket pesawat suatu bulan berdasarkan rata-rata penjualan 4 bulan sebelumnya.
Berikut ini adalah penjualan bulan April, Mei, Juni, dan Juli 2007.

Bulan
Penjualan
(Kuantitas)

April
8.500

Mei
9.000

Juni
10.000

Juli
8.500

Diminta :
Tentukan perkiraan penjualan tiket pesawat untuk bulan Agustus 2007!

2. Metode Trend Moment
Metode trend moment menggunakan persamaan Y = a + bx. Untuk mencari nilai a dan b, digunakan persamaan di bawah ini.
SY = n . a + b . S X
SXY = a . SX + b. S X2
n = adalah jumlah data yang dianalisis.

Setelah persamaan di atas diperoleh, kita dapat menggunakan metode subtitusi atau eliminasi untuk memperoleh nilai a dan b.

Contoh 2.4
Berikut ini adalah data penjualan PT Semesta Alam Raya dari tahun 2003-2008.
Tahun
Penjualan dalam ribuan unit

2003
240

2004
250

2005
280

2006
290

2007
305

2008
330

PT Semesta Alam Raya ingin membuat perkiraan penjualan dalam unit untuk tahun 2009 dengan menggunakan metode trend moment.

BAB 7
ANGGARAN KAS

Anggaran kas disusun oleh perusahaan agar pihak manajemen memperoleh informasi tentang likuiditas perusahaan pada periode mendatang karena anggaran kas menyajikan informasi tentang perkiraan jumlah penerimaan dan pengeluaran kas pada periode mendatang.
Anggaran juga memberikan informasi kepada manajemen tentang kemungkinan adanya kekurangan uang kas (pengeluaran kas lebih besar daripada penerimaan kas) yang akan dialami oleh perusahaan pada periode mendatang. Dengan demikian, manajemen dapat merencanakan tindakan-tindakan yang mungkin akan diambil untuk menutupi kekurangan kas tersebut. Selain itu, anggaran kas juga menyajikan tentang kemungkinan adanya kelebihan uang ks (penerimaan kas lebih besar daripada pengeluaran kas) dalam satu periode anggaran. Kelebihan kas ini harus dimanfaatkan oleh manajemen dengan menginvestasikannya ke alternatif-alternatif tempat berinvestasi yang menguntungkan sebagai tempat untuk menyalurkan kelebihan kas tersebut, misalnya membeli saham dan obligasi.

Sumber Informasi Penyusunan Anggaran Kas
Penyusunan anggaran kas memerlukan beberapa informasi yang diperoleh dari anggaran-anggaran yang telah disusun sebelumnya dalam anggaran induk perusahaan.
Berikut ini adalah anggaran-anggaran dan sumber informasi lainnya yang menyediakan informasi bagi keperluan penyusunan anggaran kas.
1.Anggaran Penjualan
Anggaran penjualan menyediakan informasi tentang perkiraan nilai penjualan perusahaan dalam suatu periode anggaran. Informasi tentang penjualan akan lebih berguna dalam penyusunan anggaran kas jika perusahaan mampu membagi penjualannya menjadi penjualan secara kredit dan tunai. Hal ini karena hanya penjualan secara tunai yang akan dimasukkan ke bagian penerimaan kas.
Penjualan secara kredit dapat dimasukkan ke anggaran kas apabila perusahaan telah mampu menagih piutang pelanggannya.
2.Pola Penagihan Piutang
Pola penagihan piutang membantu perusahaan dalam memperkirakan penerimaan kas dari penagihan piutang pelanggannya.

3.Anggaran Pembelian Bahan Baku
Anggaran pembelian bahan baku menyajikan informasi tentang nilai pembelian bahan baku dalam satu periode anggaran. Hal penting yang harus diingat adalah hanya pembelian bahan baku yang dilakukan secara tunai yang dimasukkan keanggaran kas.
Pembelian secara kredit baru dimasukkan ke pengeluaran kas apabila perusahaan telah melunasi utang dagangnya kepada pemasok.

4.Pola Pelunasan Utang Dagang
Untuk menentukan jumlah dan waktu utang dagang yang harus dibayarkan dan kepada pemasoknya, perusahaan harus dapat memperkirakan pola penagihan utang dagangnya.

5.Anggaran Biaya Tenaga Kerja Langsung
Anggaran biaya tenaga kerja langsung menyajikan informasi tentang biaya tenaga kerja langsung yang harus dikeluarkan dalam satu periode anggaran untuk menunjang proses kegiatan produksi perusahaan. Biaya tenaga kerja langsung saja yang dibayarkan secara tunai dalam satu periode anggaran yang dimasukkan ke anggaran kas. Biaya tenaga kerja langsung dalam satu periode anggaran yang belum dibayarkan akan menjadi utang gaji dalam periode tersebut. Utang gaji akan masuk ke anggaran kas jika telah dibayarkan oleh perusahaan.

6.Anggaran Beban Operasi
Anggaran beban operasi menyajikan informasi tentang beban operasi untuk satu periode anggaran. Beban operasi yang masuk ke anggaran kas hanya beban operasi yang dibayarkan secara tunai. Beban operasi yang tidak melibatkan pengeluaran kas tidak dimasukkan ke anggaran kas, misalnya beban depresiasi aset tetap dan beban amortisasi aset tidak berwujud.

7.Kebijakan Pembayaran Beban Operasi
Jumlah beban operasi yang dibayarkan secara tunai sering kali berbeda dengan jumlah beban operasi yang diakui dalam laporan laba rugi. Hal ini terjadi karena perusahaan menggunakan basis akrual dalam melakukan pencatatan akuntansinya. Beban dalam akuntansi diakui saat terjadinya, tanpa memandang apakah sudah terjadi pengeluaran kas atas beban atau belum.
Misalnya, perusahaan berencana menyewa sebuah ruangan pameran sejak tanggal 1 Juli 2006-30 Juni 2007. Biaya sewa selama satu tahun sebesar Rp. 60.000.000. Atas pembayaran sewa tersebut, perusahaan akan memasukkannya ke beban operasi tahun 2006 sebesar Rp. 30.000.000 (mengakui adanya beban sewa sejak 1 Juli-31 Desember 2006). Untuk keperluan penyusunan anggaran kas tahun 2006, perusahaan memasukkan seluruh pembayaran sewa ruangan pameran sebesar Rp. 60.000.000, yaitu sebesar uang tunai yang dibayarkan ketika ingin menyewa.

8.Belanja Modal
Belanja modal adalah segala pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan yang memberikan manfaat lebih dari satu tahun, misalnya pembelian mesin-mesin pabrik. Belanja modal yang menggunakan kas perusahaan saja yang dimasukkan ke anggaran kas.

9.Neraca Tahun Lalu
Neraca tahun lalu menyajikan informasi tentang piutang dagang dan seluruh utang yang akan jatuh tempo pada periode anggaran mendatang. Piutang datang yang jatuh tempo akan menambah penerimaan kas, sedangkan utang dagang yang jatuh tempo akan menambah pengeluaran kas.

Format Anggaran Kas
Berikut ini adalah format anggaran kas yang dapat digunakan dalam penyusunan anggaran kas perusahaan.

PT ABC
Anggaran Kas untuk Bulan yang Berakhir pada 31 Januari 2006

Januari

Saldo kas awal

Di tambah penerimaan :

Penjualan tunai

Penagihan piutang dagang pelanggan

Penerimaan dari pendapatan bunga

Peminjaman uang dari bank

Penerbitan saham baru perusahaan

Saldo kas yang tersedia

Dikurangi pengeluaran kas untuk :

Pembelian bahan baku secara tunai

Pelunasan utang dagang

Pembayaran gaji dan upah

Pembayaran beban operasi

Pembayaran biaya overhead

Pembayaran pokok utang dan bunganya

Saldo kas minimum

Surplus atau defisit kas

Dikurangi pelunasan pinjaman

Ditambah penerimaan pinjaman

Ditambah saldo kas minimum

Saldo kas akhir

Pola Penagihan Piutang Dagang dan Pembayaran Utang Dagang
Penjualan secara kredit memberikan aktivitas tambahan bagi perusahaan, yaitu penagihan piutang pelanggan. Salah satu indikator keberhasilan perusahaan adalah seberapa baik kinerja dari manajemen piutang dagangnya. Semakin baik manajemen piutang dagang (misalnya, hanya diberikan kepada pelanggan yang layak dan pelunasan piutang dagang oleh pelanggan selalu dimonitor), maka semakin kecil kemungkinan adanya piutang pelanggan yang tidak tertagih.
Kas yang berasal dari penagihan piutang pelanggan dapat digunakan oleh perusahaan untuk memenuhi kebutuhan operasinya, misalnya membeli bahan baku dan membayar gaji karyawan.
Jangka waktu yang diperlukan oleh setiap perusahaan untuk dapat menagih piutang dagangnya tidaklah sama, bergantung pada jenis usaha dan karakteristik pelanggannya. Perusahaan dengan manajemen piutang yang baik umumnya membuat jadwal penagihan piutang untuk setiap pelanggannya setiap bulannya agar perusahaan dapat memperkirakan jumlah piutang dagang yang dapat ditagih setiap bulannya. Kemudian, jumlah penagihan piutang tersebut dimasukkan ke anggaran kas ke dalam kelompok penerimaan kas.
Seperti halnya penjualan secara kredit, pembelian barang dagang secara kredit (tidak tunai) juga mengharuskan perusahaan menentukan waktu pembayaran (pola pembayaran) utangnya kepada pemasok. Pola pembayaran utang dagang kepada pemasok akan menentukan jumlah pengeluaran kas dalam anggaran kas perusahaan.

Contoh 7.1 Pola Penagihan Piutang Dagang
Berdasarkan data-data berikut ini, hitunglah jumlah piutang dagang yang dapat ditagihan di bulan Januari, Februari, dan Maret 2008.
1.Berikut ini adalah data tentang nilai penjualan aktual di tahun 2007 dan perkiraan nilai penjualan di tahun 2008.
November 2007
Rp. 1.200.000

Desember 2007
Rp. 1.200.000

Januari 2008
Rp. 1.000.000

Februari 2008
Rp. 1.000.000

Maret 2008
Rp. 1.200.000

2.Persentase penjualan secara tunai setiap bulannya adalah 10%
3.5% dari total penjualan secara kredit setiap bulannya dilunasi pada bulan terjadinya penjualan dan memperoleh potongan harga sebesar 5%.
4.80% dari penjualan secara kredit pada suatu bulan dilunasi satu bulan setelah terjadinya penjualan.
5.13% dari penjualan secara kredit pada suatu bulan dilunasi 2 bulan setelah terjadinya penjualan.
6.2% dari penjualan kredit diperkirakan tidak dapat ditagih.

Langkah 1
Buatlah format penagihan piutang untuk bulan Januari, Februari, Maret 2008 seperti format di bawah ini.
Bulan
Penjualan Kredit
Potongan Harga
Piutang Tidak Tertagih
Bulan Penagihan Piutang

Januari
Februari
Maret

November

Desember

Januari

Februari

Maret

Total

Langkah 2
Masukkan penjualan kredit setiap bulan pada kolom yang telah disediakan di format penagihan piutang. Sebagai contoh, penjualan kredit untuk bulan November 2007 sebesar Rp. 1.080.000 (Rp. 1.200.000 x 90%).
Hitung dan masukkan juga penjualan kredit untuk bulan Desember sampai Maret 2008.

Bulan
Penjualan Kredit
Potongan Harga
Piutang Tidak Tertagih
Bulan Penagihan Piutang

Januari
Februari
Maret

November
1.080.000

Desember
1.080.000

Januari
900.000

Februari
900.000

Maret
1.080.000

Total

Langkah 3
Hitunglah penerimaan kas dari penjualan kredit pada bulan terjadi penjualan. Hitung pula potongan harga yang diberikan karena pelanggan yang melunasi piutangnya pada bulan terjadinya penjualan memperoleh potongan harga sebesar 5%.
Berikut ini adalah perhitungan yang dilakukan untuk memperoleh penagihan piutang pada bulan Januari yang berasal dari penjualan kredit bulan Januari.

Penjualan kredit bulan Januari Rp. 900.000 ( Rp. 1.000.000 x 90% )
Penagihan piutang bulan Januari :
Dari penjualan kredit di bulan JanuariRp. 45.000 ( Rp. 900.000 x 5% )
Potongan harga yang diberikanRp. (2.250) (Rp. 45.000 x 5%)
Penagihan bersih dari penjualan kredit
Bulan Januari di bulan JanuariRp. 42.750

Lakukan pula untuk penjualan bulan Februari dan Maret. Kemudian, istilah tabel format penagihan piutang seperti dibawah ini.
Bulan
Penjualan Kredit
Potongan Harga
Piutang Tidak Tertagih
Bulan Penagihan Piutang

Januari
Februari
Maret

November
1.080.000

Desember
1.080.000

Januari
900.000
2.250

42.750

Februari
900.000
2.250

42.750

Maret
1.080.000
2.700

51.300

Total

Langkah 4
Hitunglah hasil penagihan penjualan pada suatu bulan yang ditagih pada bulan berikutnya.
Contoh :
Pola penagihan piutang dari penjualan kredit di suatu bulan adalah sebagai berikut.
5% dari total penjualan secara kredit dilunasi setiap bulannya pada bulan terjadinya penjualan dan memperoleh potongan harga sebesar 5%.
80% dari penjualan secara kredit pada suatu bulan dilunasi satu bulan setelah terjadinya penjualan.
13% dari penjualan secara kredit pada suatu bulan dilunasi 2 bulan setelah terjadinya penjualan.
2% dari penjualan kredit diperkirakan tidak dapat ditagih.

Dengan memperhatikan pola penagihan tersebut, 80% dari penjualan kredit yang terjadi di bulan Januari ditagih pada satu bulan setelah terjadinya penjualan atau di bulan Februari. Persentase penjualan kredit di bulan Januari yang dapat ditagih di bulan Maret (2 bulan setelah penjualan kredit terjadi) adalah 13 persen.
Berikut ini adalah perhitungan penjualan kredit yang terjadi di bulan Januari yang ditagihkan di bulan Februari dan Maret.

Penjualan kredit Januari Rp. 900.000 (90% x Rp. 1.000.000)
Februari : 80% dari penjualan kredit Januari Rp. 720.000 (80% x Rp. 900.000)
Maret : 13% dari penjualan kredit Januari Rp. 117.000 (13% x Rp. 900.000)

Adapun perhitungan penjualan kredit bulan Februari yang ditagih di bulan Maret adalah sebagai berikut :
Penjualan kredit Februari Rp. 900.000 (90% x Rp. 1.000.000)
Maret : 80% dari penjualan kredit Rp. 720.000 (80% x Rp. 900.000)

Di bawah ini adalah perhitungan penjualan bulan Desember yang ditagih di bulan Januari dan Februari :
Penjualan kredit bulan Desember Rp. 1.080.000 (90% x Rp. 1.200.000)
Januari : 80% penjualan kredit bln Desember Rp. 864.000 (80% x Rp. 1.080.000)
Februari : 13% penjualan kredit Desember Rp. 140.400 (13% x Rp. 1.080.000)
Di bawah ini adalah perhitungan penjualan bulan November yang ditagih di bulan Januari.
Penjualan kredit bulan November Rp. 1.080.000 (90% x Rp. 1.200.000)
Januari : 13% penjualan kredit November Rp. 140.400 (13% x Rp. 1.080.000)

Setelah melakukan perhitungan penagihan piutang, hasilnya dimasukkan ke kolom yang telah disediakan.
Bulan
Penjualan Kredit
Potongan Harga
Piutang Tidak Tertagih
Bulan Penagihan Piutang

Januari
Februari
Maret

November
1.080.000

140.400

Desember
1.080.000

864.000
140.400

Januari
900.000
2.250

42.750
720.000
117.000

Februari
900.000
2.250

42.750
720.000

Maret
1.080.000
2.700

51.300

Total

Langkah 5
Hitunglah piutang yang tidak tertagih untuk setiap bulannya, yaitu sebesar 2% dari penjualan kredit setiap bulan.
Berikut ini adalah piutang yang tidak tertagih untuk penjualan kredit dari bulan Januari-Maret.

Januari2% x Rp. 900.000= Rp. 18.000
Februari2% x Rp. 900.000= Rp. 18.000
Maret2% x Rp. 1.080.000= Rp. 21.600

Masukkan jumlah piutang tidak tertagih bulan Januari-Maret di atas ke kolom yang telah disediakan.

Bulan
Penjualan Kredit
Potongan Harga
Piutang Tidak Tertagih
Bulan Penagihan Piutang

Januari
Februari
Maret

November
1.080.000

140.400

Desember
1.080.000

864.000
140.400

Januari
900.000
2.250
18.000
42.750
720.000
117.000

Februari
900.000
2.250
18.000

42.750
720.000

Maret
1.080.000
2.700
21.600

51.300

Total

Latihan 6
Lengkapi tabel penagihan piutang dengan menghitung total seluruh kolom yang tersedia.

Bulan
Penjualan Kredit
Potongan Harga
Piutang Tidak Tertagih
Bulan Penagihan Piutang

Januari
Februari
Maret

November
1.080.000

140.400

Desember
1.080.000

864.000
140.400

Januari
900.000
2.250
18.000
42.750
720.000
117.000

Februari
900.000
2.250
18.000

42.750
720.000

Maret
1.080.000
2.700
21.600

51.300

Total

7.200
57.600
1.047.150
903.150
888.300

Masalah Waktu Pembayaran
Anggaran beban operasi, anggaran tenaga kerja langsung, dan anggaran biaya overhead menyajikan biaya yang terjadi pada suatu periode anggaran. Sementara itu, anggaran kas hanya menyajikan biaya-biaya yang dibayarkan secara tunai pada suatu periode anggaran. Dalam banyak kasus, suatu pengeluaran sudah terjadi dan dianggap sebagai beban dalam suatu periode anggaran, tetapi sering kali belum dibayarkan secara tunai.
Berikut ini adalah contoh yang menyajikan perbedaan antara beban yang sudah terjadi, tetapi belum dibayarkan secara tunai.
Upah tenaga kerja langsung dibayarkan mingguan setiap hari Jumat. Tanggal 31 Januari jatuh pada hari Kamis. Gaji mingguan tenaga kerja langsung baru dibayarkan pada hari Jumat tanggal 1 Februari. Beban gaji tenaga kerja langsung yang telah terjadi pada minggu keempat bulan Januari adalah sejak tanggal 28-31 Januari dan masuk ke anggaran laba rugi bulan Januari. Anggaran kas bulan Januari tidak memasukkan beban gaji yang terjadi pada tanggal 28-31 Januari karena belum dibayarkan kepada pegawai.
Setiap tahun, perusahaan membeli polis asuransi untuk kendaraan kantor pada tanggal 1 Januari. Setiap bulan (Januari-Desember), pada anggaran beban operasi akan terdapat alokasi pembebanan beban asuransi pada pos beban operasi. Pada anggaran kas akan terdapat pengeluaran kas untuk pembelian polis asuransi selama 1 tahun penuh. Pengeluaran polis operasi tidak akan masuk ke anggaran kas bulan Februari sampai Desember.
Pembayaran beban listrik pada bulan Januari akan dilakukan pada bulan Februari. Beban listrik untuk bulan Januari diakui pada anggaran laba rugi pada bulan Januari juga, tetapi anggaran kas mengakui pembayaran beban listrik bulan Januari pada anggaran kas bulan Februari.

Contoh 7.2
Dari data-data yang ada di bawah ini, hitunglah kas yang dibayarkan untuk beban gaji, beban sewa, dan komisi tenaga penjual untuk bulan April 2008.
Anggaran beban operasi sebagian untuk bulan April menyajikan data sebagai berikut :
Beban gajiRp. 20.000.000
Beban sewaRp. 1.000.000
Beban komisiRp. 500.000
Neraca per 31 Maret 2008 menyajikan informasi tentang utang gaji dan utang komisi sebesar Rp. 700.000 dan Rp. 200.000.
Saldo utang gaji pada 30 April diperkirakan sebesar Rp. 500.000 dan beban komisi bulan April akan dibayarkan seluruhnya pada bulan Mei. Perusahaan membayar sewa bangunan untuk jangka waktu sewa 1 April 2008-31 Maret 2009 sebesar Rp. 12.000.000 pada tanggal 1 April 2008.

Langkah 1
Hitunglah pembayaran beban gaji secara tunai untuk bulan April 2007.
Saldo utang gaji 1 AprilRp. 700.000
(+) Beban gaji bulan AprilRp. 20.000.000 (diakui sebagai utang gaji
terlebih dahulu)
Utang gaji AprilRp. 20.700.000
(-) Saldo utang gaji 30 AprilRp. 500.000
Kas yang dibayarkan untuk beban gaji Rp. 20.200.000

Langkah 2
Hitunglah pembayaran tunai beban komisi untuk bulan April 2007.
Saldo utang komisi 1 AprilRp. 200.000
(+) Beban komisi bulan AprilRp. 500.000 (diakui sebagai utang komisi
terlebih dahulu)
Utang komisi AprilRp. 700.000
(-) Saldo utang komisi 30 AprilRp. 500.000
Kas yang dibayarkan untuk beban gaji Rp. 200.000

Saldo utang komisi per 30 April berasal dari beban komisi bulan April yang akan dibayarkan seluruhnya secara tunai di bulan Mei. Jadi, pembayaran secara tunai beban komisi di bulan April berasal dari beban komisi bulan Maret yang dibayar di bulan April sebesar Rp. 200.000 (lihat utang komisi per 31 Maret sebesar Rp. 200.000).

Langkah 3
Perusahaan membayar sewa bangunan pada tanggal 1 April 2008 sebesar Rp. 12.000.000. Jangka waktu sewa dari 1 April 2007 – 31 Maret 2008. Pada anggaran kas bulan April 2007, akan terdapat pengeluaran kas sebesar Rp. 12.000.000. Untuk anggaran kas bulan-bulan berikutnya sampai 31 Maret 2009 tidak ada pengeluaran kas untuk beban sewa.
Pada anggaran laba rugi bulanan sejak bulan April 2008 sampai bulan Maret 2009, akan terdapat beban sewa bangunan sebesar Rp. 1.000.000.

Saldo Kas Minimum, Pinjaman, dan Pembayaran Pinjaman
Peruahaan harus memelihara saldo kas minimum setiap bulannya untuk berjaga-jaga jika terdapat pengeluaran kas yang tidak direncanakan sebelumnya. Ketersediaan saldo kas minimum juga dapat menghindari perusahaan dari kondisi kesulitan likuiditas, yaitu perusahaan tidak mampu membayar seluruh tagihan yang datang karena ketiadaan kas.
Jika perkiraan pengeluaran kas lebih besar dari pada saldo kas yang dimiliki ditambah dengan perkiraan penerimaan kas, maka manajemen harus segera memikirkan dan mencari alternatif sumber pembiayaan untuk menutupi defisit tersebut. Sebaliknya, jika terdapat surplus (penerimaan kas lebih besar dari pengeluaran kas), maka manajemen dapat menggunakan surplus tersebut untuk membayar utang berikut bunganya atau menginvestasikannya ke dalam sekuritas dalam upaya memperoleh tambahan penghasilan.

LATIHAN BAB 7
Pilihan Ganda

1.Jika saldo kas awal bulan PT Sejahtera Raya sebesar Rp. 100.000, kemudian penerimaan dan pengeluaran kas selama 1 bulan masing-masing sebesar Rp. 350.000 dan Rp. 250.000, maka saldo kas akhir bulan sebesar ….
a. Rp. 450.000c. Rp. 200.000
b. Rp. 0d. Tidak ada jawaban yang benar
jawab :Rp 100.000 + Rp 350.000 = Rp 450.000 – Rp 250.000 = Rp 200.000(C)
2.Transaksi-transaksi di bawah ini yang tidak memengaruhi anggaran kas adalah …
a. pembelian bahan baku secara tunai
b. pelunasan piutang dagang oleh pelanggan
c. pembayaran utang dagang
d. pencatatan atas beban penyusutan
jawab : D.karena dalam penacatan beban penyusutan tidak mempengaruhi anggaran kas

3.Berikut ini adalah pola penagihan piutang PT ABC.
Pada bulan terjadinya penjualan60% (diskon yang diberikan 5%)
Pada bulan berikutnya40%
Jika penjualan kredit di bulan November 2008 diperkirakan sebesar Rp. 100.000, maka penerimaan kas dari penjualan bulan November di bulan Desember sebesar
a. Rp. 40.000c. Rp. 57.000

Posted at Serambi Salafush Sholih – Mulia diatas Manhaj Salafush Sholih

Categories: PSAK | Tags: , , | 1 Komentar

Navigasi pos

One thought on “Pernyataan Standard Akuntansi Keuangan

  1. febri

    udah ni? Cuman ngopas buku doank?
    nggak ada lanjutannya?😥

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: