SIFAT SHOLAT NABI SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM part 2 ( niat, takbir dan mengangkat tangan )

SIFAT SHOLAT NABI SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM part 2 ( niat, takbir dan mengangkat tangan )
Oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani

3. Niat
C. Niat(2)
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda ”Sesungguhnya segala perbuatan itu tergantung dari niatnya, dan sesungguhnya setiap orang mendapatkan balasan sesuai dengan niatnya.” (HR Bukhari & Muslim)

4. Takbir
Dalam hadits riwayat Muslim dan Ibnu Majah, disebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam membuka sholatnya dengan ucapan Allohu Akbar (Alloh Mahabesar). Beliaupun memerintahkan demikian kepada orang yang tidak benar dalam sholatnya, sebagaimana sabda Beliau Shallallahu Alaihi wa Sallam ”Tidaklah sholat seseorang itu menjadi sempurna sampai ia berwudhu dengan benar, lalu berkata Allohu Akbar”(HR Thabrani)

Beliau Shallallahu Alaihi wa Sallam juga bersabda ”Kunci sholat adalah suci, tahrimnya(3) pengharamannya adalah takbir dan thalilnya(4), penghalalannya adalah salam.” (HR Abu Daud, Tirmidzi & Hakim).

Dalam hadits riwayat Ahmad dan Hakim disebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mengangkat suaranya dalam takbir sehingga terdengar oleh orang-orang yang makmum dibelakangnya. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda ”Apabila imam mengucapkan Allohu Akbar, maka katakanlah Allohu Akbar” (HR Ahmad dan Baihaqi).

5. Mengangkat Tangan
Terkadang Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mengangkat kedua tangannya sambil mengucapkan takbir(5), dan terkadang mengangkatnya setelah takbir(6), dan terkadang (mengangkat tangan) setelah ucapan takbir(7).

Beliau Shallallahu Alaihi wa Sallam mengangkat kedua tangannya dengan jari terbuka rapat (tidak renggang dan tidak menggenggam)(8). Dan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mengangkatnya sampai sejajar dengan kedua bahunya dan terkadang sampai kedua telinganya(9).

End Note
2. Dalam kitab Raudhatu ath-Thalibin (1/224 cet. Al-Maktab al-Islami) Nawawi berkata, “Niat adalah maksud. Seseorang yang akan melakukan sholat tertentu dalam hatinya telah terdetik maksud sholat yang akan dilakukannya seperti sholat Dzuhur, sholat fardhu, dan lainnya. Kemudian maksud ini dinyatakan bersamaan dengan awal takbir.”
3. Yaitu melarang perbuatan-perbuatan yang dilarang Alloh.
4. Yaitu menghalalankan apa saja yang dilakukan diluar sholat.
5. HR Bukhari & Abu Daud.
6. HR Bukhari & Nasa’i
7. HR Bukhari & Nasa’i
8. HR Abu Daud, Ibnu Khuzaimah, Tamam & Hakim dan disahkan olehnya serta disetujui oleh Dzahabi.
9. HR Bukhari & Abu Daud

Categories: Sholat | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: