Mengenal Rasul shallallaahu ‘alaihi wa sallam

Buletin Islam Al Ilmu Edisi No: 39/XI/IX/1432

Para pembaca semoga Allah subhaanahu wa ta’aalaa merahmati kita semua, ketahuilah bahwa cinta kepada Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam adalah sebuah kewajiban bagi setiap pribadi muslim. Seseorang bisa dipertanyakan akan keislamannya, ketika tidak memiliki kecintaan kepada beliaushallallaahu ‘alaihi wa sallam. Allah subhaanahu wa ta’aalaa berfirman:

”Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri” (Al-Ahzab: 6)

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidak beriman salah seorang dari kalian hingga menjadikan aku orang yang paling dicintainya, melebihi kecintaannya kepada orang tuanya, anaknya dan manusia seluruhnya.” HR al-Bukhari no. 15 & Muslim no. 44

Kecintaan kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam itu tidak akan terwujud kecuali dengan mengenal beliau secara lebih mendalam. Sehingga wajib bagi kita untuk mengenali beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan perjalanan hidup beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam.

Mengenal Pribadi Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam

Beliau adalah Abul Qasim Muhammad bin ‘Abdullah bin ‘Abdul Muththalib (nama aslinya Syaibah) bin Hasyim (nama aslinya ‘Amr) bin ‘Abdu Manaf (nama aslinya al-Mughirah) bin Qushay (nama aslinya Zaid) bin Kilab (nama aslinya Hakim/’Urwah) bin Murrah bin Ka’ab bin Lu`ay bin Ghalib bin Fihr (dialah yang dijuluki dengan Quraisy) bin Malik bin an Nadhr (nama aslinya Qais, jumhur ahli nasab mengatakan dialah Quraisy) bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah (nama aslinya ‘Amir) bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’ad bin ’Adnan. (As-Siyar 26/29-32, al-Bidayah 2/657, Zadul Ma’ad hal.70, ar-Rahiqul Makhtum hal.48, Jawami’ as-Sirah hal.2)

‘Adnan termasuk anak cucu Nabi ‘Ismail bin ‘Ibrahim ‘alaihimas salaam menurut kesepakatan ulama (Fathul Bari 7/213, al-Bidayah 2/590, Zadul Ma’ad 1/70-71, as-Siyar 26/29, Mukhtashar Sirah hal.36)

Sedangkan ibu beliau adalah Aminah bintu Wahb bin ‘Abdu manaf bin Zuhrah bin Kilab (ar-Rahiqul Makhtum hal.52, Raudhatul Anwar).

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam lahir di pemukiman bani Hasyim di kota Mekah, di pagi Hari Senin tanggal 12 Rabi’ul Awwal di tahun gajah, atau bertepatan dengan tanggal 22 April 571 M. Selama 53 tahun beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam tinggal di sana, 40 tahun sebelum kenabian & 13 tahun setelah kenabian, lalu hijrah ke Madinah menetap dan melanjutkan dakwah tauhid selama 10 tahun, hingga wafat pada waktu dhuha Hari Senin 12 Rabi’ul Awwal tahun 11 Hijriyah dalam usia 63 tahun atau 63 tahun 4 hari. (Al-Bidayah 2/662-664, 3/7 & 5/248-256, as-Siyar 26/33-37 & 27/471-476, ar-Rahiqul Makhtum hal. 54-55 & 468-469, Zadul Ma’ad hal.74-75,469, Raudhatul Anwar, Syarh al-Ushul ats-Tsalatsah hal.99.)

Pribadi beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam dikenal dengan kejujuran, amanah, menjaga kehormatan dan dengan berbagai budi pekerti luhur lainnya, sejak sebelum beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam diangkat menjadi nabi dan rasul. Hingga beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam mendapat julukan al-Amin yang artinya bisa dipercaya. Adapun setelah Islam kemuliaan sifat atau pribadi beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallamsemakin tinggi sebagaimana yang dikabarkan oleh Aisyah. Dari Sa’ad bin Hisyam bin ‘Amir, dia berkata, “Aku mendatangi Aisyah maka aku berkata, ”Wahai ummul mukminin kabarkanlah kepadaku tentang akhlak Rasulullah,” maka beliau berkata, ”Adalah akhlak beliau Al-Qur`an, tidakkah kau membaca Al-Qur`an?” (HR. Ahmad)

Rumah Tangga Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam

Beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam memiliki 11 orang istri.Mereka inilah yang dijuluki Ummahatul Mukminin (ibu orang-orang yang beriman).Mereka adalah:

1. Khadijah bintu Khuwailid, dari beliau lah Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam memiliki keturunan (kecuali Ibrahim).

2. Aisyah bintu Abu Bakr, shiddiqah bintu shiddiq.

3. Saudah bintu Zam’ah al-Amiriyyah.

4. Hafshah bintu ‘Umar bin al-Khaththab.

5. Zainab bintu Khuzaimah al-Hilaliyyah Ummul Masakin.

6. Ummu Salamah Hindun bintu Abi Umayyah al-Makhzumiyyah.

7. Zainab bintu Jahsyin al-Asadiyyah.

8. Juwairiyyah bintu al-Harits al-Khuza’iyyah.

9.Ummu Habibah Ramlah bintu Abi Sufyan.

10.Shafiyyah bintu Huyay bin Akhthab.

11.Maimunah bintu al-Harits al-Hilaliyyah.

Khadijah bintu Khuwailid dan Zainab bintu Khuzaimah keduanya meninggal semasa hidup Rasulullahshallallaahu ‘alaihi wa sallam. Adapun yang lainnya wafat sepeninggal beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam. (Al-Bidayah 5/305-313, Zadul Ma’ad hal.102-110, ar-Rahiqul Makhtum hal.473-474).

Putra-putri Beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam

Al-Imam Ibnu Katsir menegaskan, “Tidak ada khilaf bahwa seluruh putra-putri beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam berasal dari Khadijah bintu Khuwailid, kecuali Ibrahim dari Mariyah bintu Syam’un al-Qibthiyyah” (Al-Bidayah 5/319).

Mereka adalah:

1. Al-Qasim (putra pertama Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, dan dengannya beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam ber-kun-yah (Abul Qasim). Dia wafat dalam usia 2 tahun.

2. Zainab, putri Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam yang terbesar.

3. Ruqayyah, dinikahkan oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam dengan shahabat Utsman bin Affan.

4. Ummu Kultsum, dinikahkan oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam dengan shahabat Utsman bin Affan setelah wafatnya Ruqayyah (sehingga Utsman dijuluki Dzun Nurain, pemilik dua cahaya).

5. Fathimah, putri beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam yang terkecil dan paling beliau cintai. Dia adalah pemimpin wanita penghuni surga (jannah), istri shahabat yang mulia Ali bin Abi Thalib, ibunda dua pemimpin pemuda penghuni surga (jannah) al-Hasan dan al-Husain.

6. Abdullah, putra terakhir Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam dari Khadijah, meninggal ketika kecil.

7. Ibrahim, lahir di Madinah dari budak beliau Mariyah bintu Syam’un al-Qibthiyyah, meninggal ketika kecil.

Keutamaan-keutamaan Beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam

1. Sayyidun Naas (Pemimpin manusia) dan Sayyidul Mursalin (Pemimpin para Rasul), beliau n bersabda, “Saya pemimpin manusia pada hari kiamat.” HR. al-Bukhari no. 4712 & Muslim no. 194

2. Khataman Nabiyyin (Penutup para Nabi), Allah subhaanahu wa ta’aalaa berfirman, “Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi, dan adalah Allah Maha mengetahui segala sesuatu.” (Al-Ahzab:40)

3. Pemberi syafaat pada hari kiamat dengan izin Allah subhaanahu wa ta’aalaa.

4. Manusia pertama yang mengetuk pintu surga (jannah) sebagaimana dalam Shahih Muslim dari Anas bin Malik dan umatnya adalah umat yang pertama masuk ke surga (jannah), sebagaimana disebutkan di dalam Shahih Muslim dari Abu Hurairah.

Masih banyak lagi keutamaan-keutamaan beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam, lihat Syarh Lum’atul I’tiqad karya asy-Syaikh al-Utsaimin hal.79-81, Syarhu al-Aqidah al-Wasithiyyah karya asy-Syaikh Shalih al Fauzan hal.106-109, juga dalam as-Siyar karya al-Imam adz-Dzahabi 27/448-452.

Mengenali Risalah Beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam

Beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam diangkat menjadi nabi dalam usia 40 tahun dengan turunnya surat Al-Alaq: 1-5.

Beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan diangkat menjadi rasul dengan turunnya surat Al-Muddatstsir: 1-7 dengan suatu misi memperingatkan manusia dari syirik dan menyeru kepada tauhid. (Syarh al-Ushul ats-Tsalatsah 122-123)

Beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam adalah penutup para nabi yang diutus oleh Allah subhaanahu wa ta’aalaa untuk seluruh manusia bahkan jin, berdakwah selama 23 tahun yang inti risalah beliau dan juga risalah para rasul ’alaihimus salaam adalah tauhid. Allah subhaanahu wa ta’aalaa berfirman:

“Dan sesungguhnya kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah thaghut itu” An-Nahl: 36

Awal dakwah beliau adalah tauhid (sebagaimana kisah beliau di bukit Shafa) dan akhir dakwah beliau juga tauhid, bahkan wasiat terakhir beliau menjelang wafat adalah tentang tauhid. Dari Aisyah dan Ibnu ‘Abbas, Rasul shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda di akhir hayat beliau, “Laknat Allah atas yahudi dan nashara yang menjadikan kubur-kubur nabi mereka masjid (tempat beribadah-pen).” HR. al-Bukhari 1/118-119, Muslim 2/67. Untuk lebih rincinya silakan lihat Fiqhus Shirah hal 77-78, ar-Rahiqul Makhtum hal.78-79 & hal.468-469, as-Siyar 27/463-464.

Risalah Islam yang dibawa oleh Beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah sempurna, tidak butuh penambahan ataupun pengurangan, beliau telah menunaikan amanah, telah menyampaikan risalah, telah menasehati umat, tidaklah ada sebuah kebaikan dan keburukan melainkan beliau telah memberi penjelasan dan memperingatkan umat darinya. Allah subhaanahu wa ta’aalaa berfirman, “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” Al-Ma`idah: 3

Menunaikan Hak-hak Beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam

Di antara hak-hak beliau ialah kita menaati setiap perintah-perintahnya, membenarkan dan meyakini berita-berita yang beliau kabarkan (dari peristiwa-peristiwa dahulu, pada saat ini atau dari peristiwa-peristiwa yang akan datang), menjauhi segala yang telah dilarang oleh beliau, dan tidaklah beribadah kepada Allahsubhaanahu wa ta’aalaa kecuali dengan cara yang telah dituntunkan oleh beliau. (Syarh al-Ushul ats-Tsalatsah hal.75)

Begitu pula memuliakan Ahlul Bait beliau dan termasuk di dalamnya istri-istri beliau, mereka adalah istri nabi di dunia dan di akhirat, Ummahatul Mukminin (ibunya orang-orang yang beriman), maka mencela dan melaknat mereka adalah kekufuran. Allah subhaanahu wa ta’aalaa berfirman, ”Dan istri-istrinya (Rasul) adalah ibu-ibu mereka (orang-orang beriman).” (Al-Ahzab: 6)

Dan yang tidak kalah pentingnya adalah memuliakan para shahabat beliau, tidak mencela mereka, ridha kepada mereka semua. Melalui mereka lah agama ini sampai kepada kita, mereka menjadi saksi ketika turunnya wahyu, murid Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam secara langsung. Berkeyakinan, berpemahaman, beribadah, beramal, dan bermuamalah di bawah kontrol kekasih mereka, Muhammadshallallaahu ‘alaihi wa sallam. Maka mencela mereka, tidak ridha kepada mereka, mendustakan mereka adalah kefasikan dan kekufuran. Bahkan termasuk mendustakan Allah subhaanahu wa ta’aalaa dan Rasul-Nya yang memuji dan merekomendasi mereka. Allah subhaanahu wa ta’aalaa berfirman, ”Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya, mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.” (At-Taubah: 100)

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Janganlah kalian mencela shahabatku, demi dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya jika seandainya ada di antara kalian yang berinfak emas sebesar gunung uhud maka tidak akan mampu menyamai (infak mereka) meski satu mud (cakupan tangan-pen) atau setengahnya” HR al Bukhari no.3673 & Muslim no.2540. Untuk lebih rincinya lihat Syarh Lumatul I’tiqad hal. 89-91 dan Fathu Rabbil Bariyyah hal.7.

Demikianlah saudara pembaca semoga Allah subhaanahu wa ta’aalaa merahmati kita semua, dari penjelasan di atas dapatlah kita ambil pelajaran, bahwa pribadi beliau adalah pribadi yang agung, mulia, terbaik dari segala sisinya. Mudah-mudahan dengan itu Allah subhaanahu wa ta’aalaa memberikan kemudahan bagi kita semua untuk semakin mencintai beliau dan memenuhi hak-hak beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Amin.

Wallahu a’lamu bish shawab.

Penulis: Ustadz Abu Umar Muhammad

Categories: Siroh Nabawiyah | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: